Rabu, 13 Mei 2015

Malam Ini Aku Rindu Padamu

Telah lama kuabaikan rasa ini
Namun malam ini
Tiba-tiba rindu terasa bergelora
Begitu menyesakkan dada
Memang
Aku tak punya kenangan indah bersamamu
Semua mengalir begitu saja
Aku sendiri tak yakin
Kapan rasa ini mulai tumbuh
. . .
Kau yang dulu selalu ada untukku
Namun tiba-tiba pergi
Dan kini datang kembali
Hanya saja tampaknya kau berubah
Meski tak ku tau rahasia hatimu
. . .
Malam ini
Tiba-tiba airmataku tek henti mengalir
Airmata rindu
Nafasku tak tenang
Nafas kerinduan
Dadaku sesak
Oleh rindu
Seperti badai yang tiba-tiba datang menerjang
Aku tak kuasa menahannya
. . .
Wahai engkau
Dengarkan aku
Malam ini aku merindumu

Malang, 12-05-2015 21:45

Sabtu, 10 Januari 2015

Sampai Kapan

Kau menahan hatimu agar tak mudah terjatuh
Namun hatimu terlalu sunyi untuk menerimanya
Kau pernah ingin berlari
Namun ada sesuatu yang menjeratmu
Kau pernah ingin menjauh
Namun ada sesuatu yang menenggelamkanmu
Sesungguhnya kau telah bosan dengan kesunyianmu
Dan luka yang dibawanya
Tapi kau masih saja menahannya
Itu kenyataannya
Entah apa yang ada di fikiranmu
Mengapa terlalu takut untuk menghancurkan sunyimu
Apa yang kau takuti?
Kau sendiri bertanya dan mencari jawabnya
Kau cari diantara ingatanmu yang telah kau lupakan
Namun yang kau temui hanyalah ilusi
Hingga kau menyerah
Lalu kembali ke peraduan, sendiri, dan menangis
Kala mentari menampakkan wajahnya
Kau ubah rona wajahmu dengan senyuman
Seakan bahagia selalu mengiringi
Seraya selalu berdoa dalam setiap jengkal tawamu
Agar airmata senantiasa diam bersembunyi di bilik hati
Tak pernah menampakkan wajahnya yang selalu sendu
Namun tatkala sang surya telah pergi
Kau mulai membuka topengmu
Kau tuliskan sajak-sajak tentang sepi dan patah hati
Kini, ijinkan aku bertanya
Sampai kapan kau berjalan di jalan ini?
Sampai kapan kau siksa batinmu seperti ini?

Malang, 10-01-2015 10:00

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...