Saat kubuka mataku
Kau bersiap tuk beranjak pergi
Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku
Dan aku telah larut dalam mimpiku
Engkau baru hadir
Saat bintang-bintang mulai menampakkan sinarnya
Dan aku bersiap menunjukkan rangkaian kata ini
Engkau lelah, merebahkan diri, lalu terlelap
Akhirnya. . .
Aku hanya bisa tersenyum dalam sunyi
Mencoba menghibur diri
Menjalani apa yang selalu kujalani, dengan ikhlas
Sejak aku mulai belajar merasa
Mulai belajar menyimpan apa yang kurasa
Dan aku bukanlah seorang pemberontak sadis
Karena kusadari
Semua itu kau lakukan untukku
Hanya terkadang
Pertahanan hatiku pada rasa ini runtuh
Lalu mengalirlah airmata yang ia sembunyikan
Trenggalek, 05-09-2014 07:07
Jumat, 05 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar