Kemana kepala ini bersandar
Saat raga ini lelah
Kemana mulut ini harus berbagi kisah
Setelah letih melewati hariku
Aku hanya butuh pendengar
Tak butuh komentator
Aku butuh penyemangat
Bukan penceramah
Apalagi pembanding
Oh, mengapa tak jua kau paham
Bukankah sudah terlalu sering kutempatkan diriku
Sebagai pendengar setia
Hanya mendengar
Tak pernah menyuarakan sepatah katapun
Tanpa kau pinta
Ya sudahlah. . .
Aku tau aku tak bisa memaksamu
Menjadi seperti yang kupinta
Dan kini. . .
Akan kucari sendiri
Sandaranku
Saat hati tak lagi mampu menyimpan semua asa dan emosi
Saat mata telah bosan menyimpan airmata
Saat jiwa tak kuasa menopang raga
Walau hingga kini tak kunjung bersua
Malang, 25-09-2014 18:05
Kamis, 25 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar