Dingin pagi ini begitu menusuk
Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan
Karena sang waktu tak mungkin menunggu
Begitu pula dengan hatiku
Meski sempat berantakan berkeping-keping
Kini kucoba bangkit
Waktuku meratapi luka telah habis
Kini kucoba melangkah
Lupakan segala pahitnya memori
Meski tertatih, tapi kuterus berjalan
Karena kutau aku tak sendiri
Tuhan selalu ada untukku
Menopangku berdiri, memapahku berjalan
Melangkahlah wahai diriku
Sambutlah indahnya masa depan itu
Lepaskan jeratan bayang masa lalumu
Kutau kau mampu meraih asamu
Karena Tuhan selalu bersamamu
Percayalah, wahai diriku...
Trenggalek, 25-08-2014 06:50
Rabu, 27 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar