Saat rindu itu tak lagi terbendung
Kucoba menyampaikan isi hati ini
Berharap kau mengerti
Berharap rindu itu kan kau sambut
Ternyata Tuhan berkata lain
Entah mengapa
Mungkin sang waktu telah berlari meninggalkanku
Cinta tak lagi ada
Semua telah berubah
Tinggal aku yang akhirnya mencoba mengerti
Dan menerima takdir-Nya
Mencoba menguasai hati
Dan meminta senyuman terakhir darimu
Saat itu aku belajar melupakanmu
Melupakan suara denting piano itu
Melupakan saat bertahun tahun bersamamu
Belajar terus berjalan tanpamu
Meski tertatih
Trenggalek, 20-08-2014 07:51
Rabu, 20 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar