Rabu, 20 Agustus 2014

Patah

Saat rindu itu tak lagi terbendung
Kucoba menyampaikan isi hati ini
Berharap kau mengerti
Berharap rindu itu kan kau sambut
Ternyata Tuhan berkata lain
Entah mengapa
Mungkin sang waktu telah berlari meninggalkanku
Cinta tak lagi ada
Semua telah berubah
Tinggal aku yang akhirnya mencoba mengerti
Dan menerima takdir-Nya
Mencoba menguasai hati
Dan meminta senyuman terakhir darimu
Saat itu aku belajar melupakanmu
Melupakan suara denting piano itu
Melupakan saat bertahun tahun bersamamu
Belajar terus berjalan tanpamu
Meski tertatih

Trenggalek, 20-08-2014 07:51

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...