Aku pernah tetap berjalan
Mengikuti paksaan samar sang angin
Tanpa kudengar jeritan hati
Dan setelah aku di ujung jalan
Mengharap bimbingan hati
Baru kusadari, baru kutengok
Apa kabar hatiku?
Yang telah lunglai, letih menangis
Tak lagi sanggup membimbingku
Jangankan membimbing,
Mengurus lukanya yang telah membusukpun tak sanggup
Akhirnya, kuberjalan tanpa hati
Karena dia telah sekarat
Berat, sangat berat
Berjalan di jalan yang tak kutau
Jalan yang tak kumau
Sendiri, tanpa ada yang mau memahami
Trenggalek, 01-09-2014 15:20
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar