Selasa, 02 September 2014

Ketika Hati Telah Sekarat

Aku pernah tetap berjalan
Mengikuti paksaan samar sang angin
Tanpa kudengar jeritan hati
Dan setelah aku di ujung jalan
Mengharap bimbingan hati
Baru kusadari, baru kutengok
Apa kabar hatiku?
Yang telah lunglai, letih menangis
Tak lagi sanggup membimbingku
Jangankan membimbing,
Mengurus lukanya yang telah membusukpun tak sanggup
Akhirnya, kuberjalan tanpa hati
Karena dia telah sekarat
Berat, sangat berat
Berjalan di jalan yang tak kutau
Jalan yang tak kumau
Sendiri, tanpa ada yang mau memahami

Trenggalek, 01-09-2014 15:20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...