Aku yang bodoh
Tak pernah tau arti ungkapanmu
Tak pernah mengerti bahasa kalbumu
Maaf
Jika aku terlambat menyadari
Penantianmu
Dan kesabaranmu yang ada batasnya
Untukmu kini kuceritakan
Tentang jutaan penyesalan yang tak mungkin kau terima
Tentang ribuan barel airmata yang pasti kau tertawai
Namun, biarkan airmata ini menghiburku
Saat kumengerti tentang arti pesan yang kau sengaja sematkan
Pada sebuah halaman yang dengan mudah terbaca olehku
Tapi percayalah. . .
Sampai puisi ini kutulis
Hingga kelak kau berkenan membacanya
Bahkan berkali-kali kau baca
Jiwa ini akan selalu menyayangimu
Trenggalek, 04-09-2014 19:38
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar