Minggu, 12 Februari 2017

Ketika Hati Telah Sekarat

Aku pernah tetap berjalan
Mengikuti paksaan samar sang angin
Tanpa kudengar jeritan hati
Dan setelah aku diujung jalan
Mengharap bimbingan hati
Baru kusadari
Baru kutengok
"Apa kabar hatiku?"
Sayangnya ia telah letih menangis
Tak lagi sanggup membimbing
Jangankan membimbing
Mengurus lukanya yang telah membusuk pun tak sanggup
Akhirnya kuberjalan tanpa hati
Hati yang telah sekarat itu tak mampu lagi menemaniku melangkah
Berat, sungguh berat
Berjalan di jalan yang tak kutau
Jalan yang tak kumau
Sendiri, tanpa ada yang memahami

Trenggalek, 01-09-2014 15:20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...