Kamis, 16 Oktober 2014

Kisah Klasik Tak Berguna Yang Menyakitkan

Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma
Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan
Lalu...
Goreskan ceritamu pada selembar buku yang telanjang
Yang suci tak bernoda
Goresan dengan tinta yang pekat
Agar ceritamu abadi
Agar kelak kau tak kehilangan secuil memorimu
Meski itu terasa perih
........
Kini dengarkan aku
Kali ini akan kuuntaikan cerita
Tentang kisah yang tak melulu cinta
Namun,
Tentang kenyataan yang tak sejalan dengan harapan
Tentang sebuah beban yang kupikul sendiri
Tentang sebuah hari yang tak merasakan mimpi
.......
Andai itu hanya kewajibanku saja
Aku tak kecewa
Saat kau abaikan rintihanku
Andai itu bukan tanggung jawabmu juga
Aku tak terluka
Saat tak kau pedulikan
Beberapa jawaban yang masih kosong
Aku tak akan sepedih ini
Saat tak kau lihat raut wajah cemasmu
Sementara itu
Waktu kian berlalu dan habis
Dan akhirnya
Aku yang harus menjawab semua tanggungan ini
Beruntung
Sang eksekutor mau mendengarkanku
...........
Namun harusnya kau tau
Lukaku tak akan pernah hilang begitu saja
Kecewaku tak akan sirna begitu saja kemudian berlalu dan lupa
Tapi tenanglah. . .
Tak akan kuadukan kau pada Sang Sepi
Pada-Nya hanya akan kuceritakan
Tentang rasa kecewaku yang teramat dalam
Tentang kisah klasik tak berguna namun terasa menyakitkan ini

Malang, 16-10-2014 03:20

Malaikatku

Saat sunyi kurasakan, kau tak pernah datang
Tapi mengapa
Saat aku ingin sendiri, kau malah mencariku?
Sampai kapan kau tak peduli akan rasaku yang kupendam dalam diam?
Aku tak kan merintih seandainya kau bukan siapa-siapaku
Aku tak mengeluh andai kita tak saling mengenal
Namun kau adalah malaikatku
Terkadang aku sabar menghadapimu
Sangat sabar
Tapi terkadang kesabaranku habis
Kumaki kau
Namun setelah itu aku menangis dalam sesalku
Maafkan aku
Aku hanya ingin kau memahamiku
Datang dan tertawalah bersamaku saat aku merasa sunyi
Pergi dan jangan mengusikku saat aku ingin sendiri
Sudahlah
Aku tak sanggup mencacimu
Kau terlalu suci untuk kusalahkan
Selama ini, aku memang tak pernah membagi rasa padamu
Kupendam sendiri rasa bahagiaku
Kutelan sendiri rasa pedihku
Trauma
Itulah alasanku jika kau mempertanyakannya
Namun bagaimanapun
Cintaku padamu melebihi segalanya
Kecuali Tuhan
Doaku pada-Nya tentangmu selalu mengalir tiada henti
Seperti samudera yang tak kan pernah kering

Malang, 07-10-2014 17:48

Kamis, 02 Oktober 2014

Saat Sisi Sadisku Berbicara

Jangan biarkan hatimu tersakiti
Jangan teteskan airmatamu untuk semua yang tak berguna
Airmatamu terlalu mahal untuk itu
Kendalikan hatimu dengan otakmu
Kuatkan hatimu
Jangan jadikan dia lemah
Waraskanlah akal sehatmu
Bahkan jika memungkinkan
Simpan hatimu ke dalam kotak
Kunci kotak itu
Lalu sembunyikan kunci itu di otakmu
Atau
Berikan kunci itu pada Yang Maha Berkehendak
Karena Dia Maha Mengetahui segalanya
Kapan saatnya hatimu harus kau gunakan
Sadis kan???
Aku memang mengajarimu menjadi orang yang sadis
Toh itu demi kebaikanmu
Aku tak ingin hatimu terluka
Aku tak ingin melihatmu menangis
Aku tak mau kau dikalahkan oleh kegalauan semumu
Aku ingin kau menikmati hidupmu
Aku ingin kau bahagia
Menjalani takdir yang memang kau pilih sendiri
Dari seluruh takdir yang Tuhan tawarkan untukmu
Jadi,
Lukailah hatimu sebelum dilukai orang lain
Hancurkan bila perlu
Agar kelak saat orang lain datang
Sudah tak ada kesempatan untuk melukai hatimu
Yang ada tinggallah
Kesempatan untuk mengobati luka hatimu

Malang, 02-10-2014 21:00

Jangan Mengusikku, Kawan !!!

Maafkan aku kawan
Maafkan aku
Atas ketidak jujuranku
Aku memang lelah
Sangat lelah
Tapi lelahku bukan karena sibuknya ragaku
Bukan
Aku bahkan sangat menikmati sibuknya ragaku hari ini
Aku merasa lelah
Lelah menangis
Menangisi sebuah rasa yang tiba-tiba menyakitiku
Sebuah kepergian tanpa kata pamit
Menangisi rasa sunyi yang tiba-tiba menghantamku
Hingga berlinangan air mataku
Malam ini aku sengaja pergi dari peraduanku
Sangat lama meninggalkan segala pelipur lara yang kumiliki
Aku dan jiwaku berhamburan
Berlarian keluar
Melepaskan penat
Mencari tawa-tawa yang lain
Maafkan aku kawan
Semoga kau mengerti
Meski aku tahu kau tak pernah bisa memahami
Akan jalan yang kupilih
Ya, inilah aku
Inilah jalan yang harus kutempuh
Jalan yang begitu berliku
Jalan dengan jutaan kerikil tajam
Yang menunggu langkahku melewatinya
Menunggu waktunya menusuk kakiku
Kaki yang telanjang
Jadi
Jika suatu saat nanti kau melihatku menangis
Hiburlah
Jangan kau tanyakan tangisku
Jika suatu saat kau melihatku terdiam
Ajaklah tertawa
Jangan kau ungkit diamku
Ah. . .
Aku tak tahu
Akankah kau lakukan hal itu
Ataukah malah sebaliknya
Kau bersikap seolah itu bukan urusanmu
Ya. . .
Itu memang bukan urusanmu
Jadi. . .
Lakukan apa yang kau mau
Urusi sendiri urusanmu
Jangan mengusikku
!!!

Malang, 29-09-2014 21:23

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...