Kamis, 16 Oktober 2014

Malaikatku

Saat sunyi kurasakan, kau tak pernah datang
Tapi mengapa
Saat aku ingin sendiri, kau malah mencariku?
Sampai kapan kau tak peduli akan rasaku yang kupendam dalam diam?
Aku tak kan merintih seandainya kau bukan siapa-siapaku
Aku tak mengeluh andai kita tak saling mengenal
Namun kau adalah malaikatku
Terkadang aku sabar menghadapimu
Sangat sabar
Tapi terkadang kesabaranku habis
Kumaki kau
Namun setelah itu aku menangis dalam sesalku
Maafkan aku
Aku hanya ingin kau memahamiku
Datang dan tertawalah bersamaku saat aku merasa sunyi
Pergi dan jangan mengusikku saat aku ingin sendiri
Sudahlah
Aku tak sanggup mencacimu
Kau terlalu suci untuk kusalahkan
Selama ini, aku memang tak pernah membagi rasa padamu
Kupendam sendiri rasa bahagiaku
Kutelan sendiri rasa pedihku
Trauma
Itulah alasanku jika kau mempertanyakannya
Namun bagaimanapun
Cintaku padamu melebihi segalanya
Kecuali Tuhan
Doaku pada-Nya tentangmu selalu mengalir tiada henti
Seperti samudera yang tak kan pernah kering

Malang, 07-10-2014 17:48

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...