Kamis, 02 Oktober 2014

Jangan Mengusikku, Kawan !!!

Maafkan aku kawan
Maafkan aku
Atas ketidak jujuranku
Aku memang lelah
Sangat lelah
Tapi lelahku bukan karena sibuknya ragaku
Bukan
Aku bahkan sangat menikmati sibuknya ragaku hari ini
Aku merasa lelah
Lelah menangis
Menangisi sebuah rasa yang tiba-tiba menyakitiku
Sebuah kepergian tanpa kata pamit
Menangisi rasa sunyi yang tiba-tiba menghantamku
Hingga berlinangan air mataku
Malam ini aku sengaja pergi dari peraduanku
Sangat lama meninggalkan segala pelipur lara yang kumiliki
Aku dan jiwaku berhamburan
Berlarian keluar
Melepaskan penat
Mencari tawa-tawa yang lain
Maafkan aku kawan
Semoga kau mengerti
Meski aku tahu kau tak pernah bisa memahami
Akan jalan yang kupilih
Ya, inilah aku
Inilah jalan yang harus kutempuh
Jalan yang begitu berliku
Jalan dengan jutaan kerikil tajam
Yang menunggu langkahku melewatinya
Menunggu waktunya menusuk kakiku
Kaki yang telanjang
Jadi
Jika suatu saat nanti kau melihatku menangis
Hiburlah
Jangan kau tanyakan tangisku
Jika suatu saat kau melihatku terdiam
Ajaklah tertawa
Jangan kau ungkit diamku
Ah. . .
Aku tak tahu
Akankah kau lakukan hal itu
Ataukah malah sebaliknya
Kau bersikap seolah itu bukan urusanmu
Ya. . .
Itu memang bukan urusanmu
Jadi. . .
Lakukan apa yang kau mau
Urusi sendiri urusanmu
Jangan mengusikku
!!!

Malang, 29-09-2014 21:23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...