Selamat Ulang Tahun
Kata itulah yang kuucapkan hari ini padamu
Seraya melangitkan doa dan pengharapan pada-Nya tentangmu
Hanya
Lidah ini terasa kelu untuk mengucap
Hati ini tak sanggup menerima segala kemungkinan yang mungkin dinyatakan
Akhirnya kupilih tuk mengirim sebuah memo singkat untukmu
Hanya untuk melepas hasratku
Meredakan nyeri rinduku
Tak banyak berharap akan terbalas
Kemungkinan itu sungguh tak ada
Entahlah
Aku tak tau
Yang kutau
Banyak hal yang kusemogakan hari ini
Semoga, semoga, dan semoga
Kusemogakan agar Tuhan memeluk segala harapmu
Kusemogakan bahagia selalu berada di hatimu
Meski bahagiamu bukan aku
Meski kini jarak menjauhkanmu dariku
Meski kini kutau hatimu tak lagi untukku
Meski aku menangis di sisi yang lain dari bahagiamu
Tapi tenanglah
Doa tulusku selalu mengalir
Ku kan tetap tersenyum meski pahit
Karena kusadari
Cinta tak harus memiliki
Hari ini
Tak lupa jua kuucap rasa terima kasihku
Untuk segala waktumu yang pernah kau luangkan untukku
Untuk rasa yang terlalu lama kau pendam dalam diam
Untuk kesetiaanmu menjaga rasa itu
Meski kini tiada lagi semua itu
Tiada lagi waktumu untukku
TIada lagi hatimu untukku
Tiada lagi rasamu untukku
Kusadari itu salahku
Aku yang terlalu terlambat menyadarinya
Aku yang dulu tak pernah pedulikan rasa itu
Dan aku meminta maaf atas semua itu
Sekali lagi kuucapkan
Selamat Ulang Tahun
Untukmu
Anugerah Tuhan yang kini merajai hatiku
Dariku
Orang yang menyadarinya setelah kau pergi
Malang, 04-12-2014 11:30
Kamis, 04 Desember 2014
Rabu, 03 Desember 2014
Mengapa
Harus berapa kali kuulangi?
Harus berapa kali kukatakan?
Harus berapa kali kujeritkan?
Harus berapa banyak kuteteskan airmataku?
Mengapa kau selalu melukai hatiku?
Mengapa?
Mengapa kau selalu membuatku berlinangan airmata?
Mengapa?
Mengapa kau selalu membuatku merasa malas menghadapimu?
Mengapa kau selalu membuatku marah?
Mengapa kau selalu membuatku benci padamu?
Mengapa kau selalu membuatku frustasi?
Mengapa kau SELALU MENYALAHKANKU???
Mengapa kau tak pernah menenangkanku?
Mengapa kau tak pernah memujiku?
Mengapa kau tak pernah menyemangatiku?
Mengapa kau tak pernah mendengarkanku?
Hanya mendengarkan !!!!!
Tidak perlu menyalahkan setelah mendengarkan !
Cukuplah untuk mendengarkan saja !
Setelah itu, paling tidak, puji dan semangatilah !
Jika tak bisa, paling tidak tersenyumlah
Buat aku merasa tenang saat berbicara denganmu
Sudahlah,
Aku tak mau berharap terlalu banyak
Cukup itu saja
Karena kini aku sendiri masih bingung
Aku masih mencari-cari
Aku masih bertanya-tanya
Kemana lagi aku harus bersandar?
Oh,
Apa kau mau membaca tulisanku ini?
Apa kau mengerti maksudnya?
Haruskah aku memprosakan puisi ini?
Dan seandainya kau telah mengerti,
Apa kau akan menyalahkanku lagi???
Malang, 3-12-2014 02:17
Harus berapa kali kukatakan?
Harus berapa kali kujeritkan?
Harus berapa banyak kuteteskan airmataku?
Mengapa kau selalu melukai hatiku?
Mengapa?
Mengapa kau selalu membuatku berlinangan airmata?
Mengapa?
Mengapa kau selalu membuatku merasa malas menghadapimu?
Mengapa kau selalu membuatku marah?
Mengapa kau selalu membuatku benci padamu?
Mengapa kau selalu membuatku frustasi?
Mengapa kau SELALU MENYALAHKANKU???
Mengapa kau tak pernah menenangkanku?
Mengapa kau tak pernah memujiku?
Mengapa kau tak pernah menyemangatiku?
Mengapa kau tak pernah mendengarkanku?
Hanya mendengarkan !!!!!
Tidak perlu menyalahkan setelah mendengarkan !
Cukuplah untuk mendengarkan saja !
Setelah itu, paling tidak, puji dan semangatilah !
Jika tak bisa, paling tidak tersenyumlah
Buat aku merasa tenang saat berbicara denganmu
Sudahlah,
Aku tak mau berharap terlalu banyak
Cukup itu saja
Karena kini aku sendiri masih bingung
Aku masih mencari-cari
Aku masih bertanya-tanya
Kemana lagi aku harus bersandar?
Oh,
Apa kau mau membaca tulisanku ini?
Apa kau mengerti maksudnya?
Haruskah aku memprosakan puisi ini?
Dan seandainya kau telah mengerti,
Apa kau akan menyalahkanku lagi???
Malang, 3-12-2014 02:17
Senin, 01 Desember 2014
Kau dan Hujan
Kau
Pergilah jika kau ingin
Jangan pamit
Biarkan aku mendengar kabar tentang kepergianmu dari bisikan air hujan
Agar aku dapat mengikhlaskanmu
Jika kau menanyakan apa alasanku
Mengapa aku memilih hujan ketimbang kau?
Mengapa aku tak ingin mendengar kata pamitmu?
Kau perlu tau
Hujan selalu memelukku dalam derasnya
Meskipun,
Hujan membangkitkan ingatanku akan kenangan masa laluku
Dan saat hujan berhenti
Dia selalu lupa mengajak pergi sang rindu yang dia titipkan padaku
Hingga aku lagi yang harus menanggungnya
Tapi paling tidak
Hujan selalu menjaga perasaanku
Dia tidak datang dan pergi sesuka hatinya
Sedang kau hanya datang semaumu
Meminta maaf lalu pergi sesukamu
Tak kau perdulikan air mata yang menghangatkan pipiku
Yang terasa asin di bibir
Yang menambah perih luka hatiku
Kau bahkan tak menyadari jika kau hanya datang dan pergi begitu saja
Kau tak tau bagaimana aku
Ketika harus bersusah payah melupakanmu
Kau tak peduli bagaimana menderitanya aku
Yang harus mengobati sendiri luka batinku
Seraya harus tetap terus melangkah
Tapi kau selalu begitu
Datang ketika aku telah mampu berjalan tanpamu
Meski tertatih
Pergi disaat aku mulai mengharapmu kembali
Dan selalu meninggalkan luka
Hingga aku selalu bertanya,
"Apa yang sebenarnya ada di otak dan hatimu tentang aku?"
Malang, 01-12-2014 20:22
Pergilah jika kau ingin
Jangan pamit
Biarkan aku mendengar kabar tentang kepergianmu dari bisikan air hujan
Agar aku dapat mengikhlaskanmu
Jika kau menanyakan apa alasanku
Mengapa aku memilih hujan ketimbang kau?
Mengapa aku tak ingin mendengar kata pamitmu?
Kau perlu tau
Hujan selalu memelukku dalam derasnya
Meskipun,
Hujan membangkitkan ingatanku akan kenangan masa laluku
Dan saat hujan berhenti
Dia selalu lupa mengajak pergi sang rindu yang dia titipkan padaku
Hingga aku lagi yang harus menanggungnya
Tapi paling tidak
Hujan selalu menjaga perasaanku
Dia tidak datang dan pergi sesuka hatinya
Sedang kau hanya datang semaumu
Meminta maaf lalu pergi sesukamu
Tak kau perdulikan air mata yang menghangatkan pipiku
Yang terasa asin di bibir
Yang menambah perih luka hatiku
Kau bahkan tak menyadari jika kau hanya datang dan pergi begitu saja
Kau tak tau bagaimana aku
Ketika harus bersusah payah melupakanmu
Kau tak peduli bagaimana menderitanya aku
Yang harus mengobati sendiri luka batinku
Seraya harus tetap terus melangkah
Tapi kau selalu begitu
Datang ketika aku telah mampu berjalan tanpamu
Meski tertatih
Pergi disaat aku mulai mengharapmu kembali
Dan selalu meninggalkan luka
Hingga aku selalu bertanya,
"Apa yang sebenarnya ada di otak dan hatimu tentang aku?"
Malang, 01-12-2014 20:22
Langganan:
Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...