Senin, 01 Desember 2014

Kau dan Hujan

Kau
Pergilah jika kau ingin
Jangan pamit
Biarkan aku mendengar kabar tentang kepergianmu dari bisikan air hujan
Agar aku dapat mengikhlaskanmu
Jika kau menanyakan apa alasanku
Mengapa aku memilih hujan ketimbang kau?
Mengapa aku tak ingin mendengar kata pamitmu?
Kau perlu tau
Hujan selalu memelukku dalam derasnya
Meskipun,
Hujan membangkitkan ingatanku akan kenangan masa laluku
Dan saat hujan berhenti
Dia selalu lupa mengajak pergi sang rindu yang dia titipkan padaku
Hingga aku lagi yang harus menanggungnya
Tapi paling tidak
Hujan selalu menjaga perasaanku
Dia tidak datang dan pergi sesuka hatinya
Sedang kau hanya datang semaumu
Meminta maaf lalu pergi sesukamu
Tak kau perdulikan air mata yang menghangatkan pipiku
Yang terasa asin di bibir
Yang menambah perih luka hatiku
Kau bahkan tak menyadari jika kau hanya datang dan pergi begitu saja
Kau tak tau bagaimana aku
Ketika harus bersusah payah melupakanmu
Kau tak peduli bagaimana menderitanya aku
Yang harus mengobati sendiri luka batinku
Seraya harus tetap terus melangkah
Tapi kau selalu begitu
Datang ketika aku telah mampu berjalan tanpamu
Meski tertatih
Pergi disaat aku mulai mengharapmu kembali
Dan selalu meninggalkan luka
Hingga aku selalu bertanya,
"Apa yang sebenarnya ada di otak dan hatimu tentang aku?"

Malang, 01-12-2014 20:22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...