Harus berapa kali kuulangi?
Harus berapa kali kukatakan?
Harus berapa kali kujeritkan?
Harus berapa banyak kuteteskan airmataku?
Mengapa kau selalu melukai hatiku?
Mengapa?
Mengapa kau selalu membuatku berlinangan airmata?
Mengapa?
Mengapa kau selalu membuatku merasa malas menghadapimu?
Mengapa kau selalu membuatku marah?
Mengapa kau selalu membuatku benci padamu?
Mengapa kau selalu membuatku frustasi?
Mengapa kau SELALU MENYALAHKANKU???
Mengapa kau tak pernah menenangkanku?
Mengapa kau tak pernah memujiku?
Mengapa kau tak pernah menyemangatiku?
Mengapa kau tak pernah mendengarkanku?
Hanya mendengarkan !!!!!
Tidak perlu menyalahkan setelah mendengarkan !
Cukuplah untuk mendengarkan saja !
Setelah itu, paling tidak, puji dan semangatilah !
Jika tak bisa, paling tidak tersenyumlah
Buat aku merasa tenang saat berbicara denganmu
Sudahlah,
Aku tak mau berharap terlalu banyak
Cukup itu saja
Karena kini aku sendiri masih bingung
Aku masih mencari-cari
Aku masih bertanya-tanya
Kemana lagi aku harus bersandar?
Oh,
Apa kau mau membaca tulisanku ini?
Apa kau mengerti maksudnya?
Haruskah aku memprosakan puisi ini?
Dan seandainya kau telah mengerti,
Apa kau akan menyalahkanku lagi???
Malang, 3-12-2014 02:17
Rabu, 03 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar