Senin, 17 November 2014

Lelah

Ketika kekalutan merasuki kalbuku
Entah mengapa kau yang pertama kali kuingat
Saat bebanku terlalu berat untuk kupikul sendiri
Entah mengapa aku selalu ingin bersandar padamu
Sewaktu aku jauh dari Tuhanku
Dan saat itu kudengar sayup-sayup suara panggilan dari langit
Aku merindukanmu
Merindukan suara lembutmu
Tutur katamu yang halus
Yang senantiasa membimbingku kembali ke jalan-Nya
Aku merindukanmu
Sekali lagi kukatakan
Bahkan berkali-kali akan selalu kuucapkan
Kata rinduku padamu
Maafkanku jika pernah menyakiti
Tapi kini aku merindukanmu
Jiwa ini begitu kering tanpamu
Aku merindukanmu
Tanpamu
Aku bagaikan kapal tanpa nahkoda yang terombang ambing di tengah lautan
Aku lelah
Lelah membohongi diri yang seakan aku bisa tanpamu
Lelah meyakinkan hati dengan sebuah kata
"Kau adalah tokoh antagonis bagiku"
Karena nyatanya aku masih merindukanmu
Lalu kini apa yang harus kulakukan
Saat aku merindukanmu seperti ini?
Masih selalu kuingat
Saat kau memintaku melupakanmu
Kala aku berkata "aku merindukanmu"
Tapi aku juga selalu ingat
Kala kau kembali
Disaat aku telah terbiasa bernafas tanpamu
Meski namamu masih samar-samar tertulis di hatiku
Oh,,,, aku tak kan pernah bisa melupakanmu
Karena kau yang selalu mengingatkanku pada Tuhan
Dengan gayamu yang selalu kurindu
Oh Tuhan...........
Apa yang harus kulakukan?
Setiap kali aku mengingat-Mu
Ku selalu teringat akan dia
Apa yang harus kulakukan?
Saat hati ini tentram sekaligus sakit kala teringat akannya?
Aku lelah, Tuhan
Aku lelah...............

Malang, 16-11-2014 20:45

2 komentar:

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...