Begitu sunyi
Begitu kalut
Begitu tak tenang
Marah
Mengapa aku marah?
Pada siapa aku harus marah?
Aku tak tau
Menangis
Ha???
Menangis?
Apa yang kutangisi?
Aku tak paham
Cerita
Ah,
Apalagi cerita
Pada siapa aku bercerita?
Apa yang kuceritakan?
Aku tak mengerti
Bosan?
Tidak, tidak
Aku tidak boleh bosan
Aku harus bersabar
Selangkah lagi
Tinggal selangkah lagi
Pintu gerbang itu sudah ada di depan mata
Oh, jadi karena itu kekalutanmu?
Saat kutanyakan itu pada hati kecilku
Dia menjawab,
"Bukan. . . Bukan itu"
Sayangnya dia tak tau apa sebabnya
Meskipun dia tau,
Dia tak yakin,
Apa pengetahuannya benar
Yang kini dia tau
Otakku sedang berfikir
Banyak hal yang dia fikirkan
Seraya menenangkan diri, dia berdoa
"Semoga semua baik-baik saja"
Malang, 12-11-2014 18:00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar