Sabtu, 15 November 2014

Goresan Rinduku

Entahlah
Tapi tiba-tiba aku rindu
Rindu saat bersama
Saat semua serius
Namun masih terdengar gurau dan tawa
Saat semua sibuk
Namun masih sempat bernyanyi bersama
Tak terlihat duka di sudut mata
Yang ada hanya tawa
Tak ada rasa sepi yang terlintas di relung hati
Yang tergambar hanya senyum bahagia
Aku rindu akan masa itu
Masa saat aku tertawa lepas
Masa saat aku benar-benar tersenyum bahagia
Merasakan saat semua ada di sini bersamaku
Ah,
Maaf
Aku hanya mengenang dan terkenang
Akan sesuatu yang kurindu
Sesuatu yang saat ini ingin kurasakan
Ah,
Lagi-lagi terlintas tanya itu
Akankah kau baca goresan penaku ini?
Lalu diam dan merasakan?
Apakah setelah itu kau mengerti?
Akan rindu yang kurasakan?
Dan apakah kau paham?
Apa yang seharusnya kau lakukan?
Agar rinduku ini terobati?
Atau kau malah akan melukai hatiku lagi?
Entahlah
Yang kini kutau
Aku berusaha merangkai kata rindu
Lalu menggoreskannya dengan tinta yang pekat
Ke dalam selembar kertas putih
Setiap huruf yang kutulis
Disaksikan oleh linang airmataku
Entahlah
Akupun tak mengerti apa maksudku
Aku hanya terkenang, mengenang, lalu merindu
Akan sebuah masa. . . . .
Adakah yang salah dengan rinduku ini?

Malang, 15-11-2014 11:22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...