Rindu...
Selayaknya buih-buih samudera
Membasuh hati nan gersang
Meski perih namun senantiasa terlamunkan
Mengapa rindu?
Mengapa tampak ia dalam ilusi?
Akhirnya, terjerumus ia di alam mimpi
...
Pilu...
Masa yang telah berpulang itu nyatanya pulang
Membawa harapan yang telah lama terpendam
Menjulang rindu yang lama terabaikan
...
Ah...
Andai dia tau
Terlalu lama aku tiada menoreh kidung
Dan hadirnya sebuah roman dalam delusi petang tadi
Ajariku torehkan kembali kidung-kidung sederhana
...
Pujangga...
Mungkinkah ia mendengar erangan rasa?
Yang hampa kehilangan kata?
Tulungagung, 30-09-2017 07:50
Sabtu, 30 September 2017
Sepatu
Melangkahlah...
Biarkan aku yang lindungimu
Dari terik mentari
Dari gigil malam yang dingin
Melangkahlah...
Meski aku selalu terinjak
Dan seringkali terlupa
Aku kan setia iringi sepanjang langkah
Tetap ikhlas terluka
Demi lindungi engkau, penopang jasad
Aku...
Tak pernah berharap musim tiada menyakiti
Tak pernah berhasrat masa tiada mengoyak nurani
Aku hanya berdoa
Agar aku dapat bertahan hingga kau sampai
Ke tempat bahagiamu bersemayam
Trenggalek, 21-09-2017 21:02
Biarkan aku yang lindungimu
Dari terik mentari
Dari gigil malam yang dingin
Melangkahlah...
Meski aku selalu terinjak
Dan seringkali terlupa
Aku kan setia iringi sepanjang langkah
Tetap ikhlas terluka
Demi lindungi engkau, penopang jasad
Aku...
Tak pernah berharap musim tiada menyakiti
Tak pernah berhasrat masa tiada mengoyak nurani
Aku hanya berdoa
Agar aku dapat bertahan hingga kau sampai
Ke tempat bahagiamu bersemayam
Trenggalek, 21-09-2017 21:02
Hati Yang Segara
Hati ini selaksa lautan
Terlihat indah dari jauh
Namun luka jadikan ia bergemuruh
...
Tangisku,
Sendirian ia terdampar lelah
Sedang kata,
Telah lenyap
Tergerus arus kesepian
Dan debur ombak yang memecah senyap
...
Diantara alun yang menggulung
Sayup sayup terdengar
Symphoni mengalun sendu pilu
Senada gelisah hati kian mencekam
Tangisku terdiam membisu
Kesepian terasa semakin menakutkan
Bromo, 16-07-2017
Terlihat indah dari jauh
Namun luka jadikan ia bergemuruh
...
Tangisku,
Sendirian ia terdampar lelah
Sedang kata,
Telah lenyap
Tergerus arus kesepian
Dan debur ombak yang memecah senyap
...
Diantara alun yang menggulung
Sayup sayup terdengar
Symphoni mengalun sendu pilu
Senada gelisah hati kian mencekam
Tangisku terdiam membisu
Kesepian terasa semakin menakutkan
Bromo, 16-07-2017
Berpendar
Kala sepi mulai terabaikan
Keluh kesah semakin meraja
Dan segala riuh dunia sakiti kepala
Saat itu, puisi berubah haluan
...
Sesekali,
Kukunjungi kota bernama "kenangan"
Kuziarahi "masa lalu"
Seraya menangis
Ceritakan perih hati yang dilukai waktu
Trenggalek, 05-06-2017 16:55
Keluh kesah semakin meraja
Dan segala riuh dunia sakiti kepala
Saat itu, puisi berubah haluan
...
Sesekali,
Kukunjungi kota bernama "kenangan"
Kuziarahi "masa lalu"
Seraya menangis
Ceritakan perih hati yang dilukai waktu
Trenggalek, 05-06-2017 16:55
Sepotong Sajak Pengantar Kepergian
... Untukmu, yang terkasih
Nanti
Bila kau pergi
Luka perpisahan itu tak kan jadi satu yang abadi
Namun canda tawa di setiap detik
Adalah kenangan yang paling menyakiti
...
Mungkin kan kau abaikan
Mungkin kan kau lupa
...
Tapi ingatlah
Namamu kan selalu kurapalkan
Pada seluruh doa yang mengangkasa
...
Trenggalek, 01-06-2017 23:18
Nanti
Bila kau pergi
Luka perpisahan itu tak kan jadi satu yang abadi
Namun canda tawa di setiap detik
Adalah kenangan yang paling menyakiti
...
Mungkin kan kau abaikan
Mungkin kan kau lupa
...
Tapi ingatlah
Namamu kan selalu kurapalkan
Pada seluruh doa yang mengangkasa
...
Trenggalek, 01-06-2017 23:18
Jatuh Cinta, Aku Pada Sajak
Kau tau, mengapa aku mencinta sajak?
Kau tau, mengapa aku mengagumi puisi?
Adalah perihal paling indah darinya;
Aksara demi aksara yang terangkai tiada pernah menghakimi kala kuberkesah
Dan puisi, tiada pernah menyakiti
Namun kini, aku butuh seuntai senyuman,
Tuk lengkapi sajak sajak yang rumpang
Aku butuh sekeping tawa,
Tuk menyulam benang-benang puisi
Trenggalek, 13-04-2017
Kau tau, mengapa aku mengagumi puisi?
Adalah perihal paling indah darinya;
Aksara demi aksara yang terangkai tiada pernah menghakimi kala kuberkesah
Dan puisi, tiada pernah menyakiti
Namun kini, aku butuh seuntai senyuman,
Tuk lengkapi sajak sajak yang rumpang
Aku butuh sekeping tawa,
Tuk menyulam benang-benang puisi
Trenggalek, 13-04-2017
Senja... Masihkah Kau...
Senja...
Masihkah kau menjadi penyembuh luka?
Kala hati yang telah bahagia tiba tiba tergores dan terluka lagi?
Kala tawa yang telah kutemukan tiba tiba kembali sirna?
Senja...
Masihkah kau mau menopang sebuah lengan,
Ketika langkah yang tegap tiba-tiba terjatuh dan pincang?
Masih maukah kau menjadi sebuah bahu untukku meratap,
Ketika belati tiba-tiba menghunjam batin?
Tulungagung, 04-02-2017 17:32
Masihkah kau menjadi penyembuh luka?
Kala hati yang telah bahagia tiba tiba tergores dan terluka lagi?
Kala tawa yang telah kutemukan tiba tiba kembali sirna?
Senja...
Masihkah kau mau menopang sebuah lengan,
Ketika langkah yang tegap tiba-tiba terjatuh dan pincang?
Masih maukah kau menjadi sebuah bahu untukku meratap,
Ketika belati tiba-tiba menghunjam batin?
Tulungagung, 04-02-2017 17:32
Langganan:
Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...