Kau tau, mengapa aku mencinta sajak?
Kau tau, mengapa aku mengagumi puisi?
Adalah perihal paling indah darinya;
Aksara demi aksara yang terangkai tiada pernah menghakimi kala kuberkesah
Dan puisi, tiada pernah menyakiti
Namun kini, aku butuh seuntai senyuman,
Tuk lengkapi sajak sajak yang rumpang
Aku butuh sekeping tawa,
Tuk menyulam benang-benang puisi
Trenggalek, 13-04-2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar