Sabtu, 30 September 2017

Jatuh Cinta, Aku Pada Sajak

Kau tau, mengapa aku mencinta sajak?
Kau tau, mengapa aku mengagumi puisi?
Adalah perihal paling indah darinya;
Aksara demi aksara yang terangkai tiada pernah menghakimi kala kuberkesah
Dan puisi, tiada pernah menyakiti
Namun kini, aku butuh seuntai senyuman,
Tuk lengkapi sajak sajak yang rumpang
Aku butuh sekeping tawa,
Tuk menyulam benang-benang puisi

Trenggalek, 13-04-2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...