Jika tak mampu menjadi penawar luka
Cobalah untuk tak jadi penambah luka
Biarkan aku
Dalam diamku
Merawat lukaku
Menyembunyikan di balik senyuman
Menunggunya kering
Dan hilang
Itu sama sekali tak mudah
Karena kau selalu bermain main bersama lukaku
Meski tak pernah kau sadari itu luka
Karena dia telah menyamar
Menjadi untaian dongeng yang indah
Kutau kau ingin dongeng itu menjelma nyata
Karena akupun jua
Senada seirama dengan setiap notasi pianonya
Mengamini harapanmu
Meski terdiam
Trenggalek, 29-08-2014 06:25
Jumat, 29 Agustus 2014
Kamis, 28 Agustus 2014
Saat Ignas Kleden Tak Mampu Kupahami
Wahai pelukis kata
Ijinkan aku mengerti setiap sajakmu
Biarkan kucoba pahami setiap lekuk bahasamu
Agar kumampu menerka
Apa yang tersirat pada arus fikiranmu
Ijinkan aku melumatmu
Agar setiap kata melekat di memoriku
Harus berapa kali kucumbui dirimu
Agar kau mau berbicara
Mengatakan dengan budimu yang halus
Membantuku mengurai maksudmu
Sungguh kumohon
Bisikkan sebait kode
Agar sanggup kupecahkan rahasia tabirmu
Berkenalan denganmu
Lalu kita saling mencinta
Hingga akhirnya
Kau antarkan aku ke depan pintu gerbang suksesku
Trenggalek, 28-08-2014 14:20
Ijinkan aku mengerti setiap sajakmu
Biarkan kucoba pahami setiap lekuk bahasamu
Agar kumampu menerka
Apa yang tersirat pada arus fikiranmu
Ijinkan aku melumatmu
Agar setiap kata melekat di memoriku
Harus berapa kali kucumbui dirimu
Agar kau mau berbicara
Mengatakan dengan budimu yang halus
Membantuku mengurai maksudmu
Sungguh kumohon
Bisikkan sebait kode
Agar sanggup kupecahkan rahasia tabirmu
Berkenalan denganmu
Lalu kita saling mencinta
Hingga akhirnya
Kau antarkan aku ke depan pintu gerbang suksesku
Trenggalek, 28-08-2014 14:20
Rabu, 27 Agustus 2014
Move On
Dingin pagi ini begitu menusuk
Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan
Karena sang waktu tak mungkin menunggu
Begitu pula dengan hatiku
Meski sempat berantakan berkeping-keping
Kini kucoba bangkit
Waktuku meratapi luka telah habis
Kini kucoba melangkah
Lupakan segala pahitnya memori
Meski tertatih, tapi kuterus berjalan
Karena kutau aku tak sendiri
Tuhan selalu ada untukku
Menopangku berdiri, memapahku berjalan
Melangkahlah wahai diriku
Sambutlah indahnya masa depan itu
Lepaskan jeratan bayang masa lalumu
Kutau kau mampu meraih asamu
Karena Tuhan selalu bersamamu
Percayalah, wahai diriku...
Trenggalek, 25-08-2014 06:50
Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan
Karena sang waktu tak mungkin menunggu
Begitu pula dengan hatiku
Meski sempat berantakan berkeping-keping
Kini kucoba bangkit
Waktuku meratapi luka telah habis
Kini kucoba melangkah
Lupakan segala pahitnya memori
Meski tertatih, tapi kuterus berjalan
Karena kutau aku tak sendiri
Tuhan selalu ada untukku
Menopangku berdiri, memapahku berjalan
Melangkahlah wahai diriku
Sambutlah indahnya masa depan itu
Lepaskan jeratan bayang masa lalumu
Kutau kau mampu meraih asamu
Karena Tuhan selalu bersamamu
Percayalah, wahai diriku...
Trenggalek, 25-08-2014 06:50
Rabu, 20 Agustus 2014
Patah
Saat rindu itu tak lagi terbendung
Kucoba menyampaikan isi hati ini
Berharap kau mengerti
Berharap rindu itu kan kau sambut
Ternyata Tuhan berkata lain
Entah mengapa
Mungkin sang waktu telah berlari meninggalkanku
Cinta tak lagi ada
Semua telah berubah
Tinggal aku yang akhirnya mencoba mengerti
Dan menerima takdir-Nya
Mencoba menguasai hati
Dan meminta senyuman terakhir darimu
Saat itu aku belajar melupakanmu
Melupakan suara denting piano itu
Melupakan saat bertahun tahun bersamamu
Belajar terus berjalan tanpamu
Meski tertatih
Trenggalek, 20-08-2014 07:51
Kucoba menyampaikan isi hati ini
Berharap kau mengerti
Berharap rindu itu kan kau sambut
Ternyata Tuhan berkata lain
Entah mengapa
Mungkin sang waktu telah berlari meninggalkanku
Cinta tak lagi ada
Semua telah berubah
Tinggal aku yang akhirnya mencoba mengerti
Dan menerima takdir-Nya
Mencoba menguasai hati
Dan meminta senyuman terakhir darimu
Saat itu aku belajar melupakanmu
Melupakan suara denting piano itu
Melupakan saat bertahun tahun bersamamu
Belajar terus berjalan tanpamu
Meski tertatih
Trenggalek, 20-08-2014 07:51
Selasa, 05 Agustus 2014
Berakhir
Aku mengerti
Dia terlalu lelah untuk bertahan
Hingga akhirnya dia menyerah
Dan pergi
Aku sadar
Kuatnya pendirianku mematahkan harapannya
Dan hari ini
Mendung mengantarkan kepergiannya
Entah mengapa hatiku terluka
Saat mendengarnya mengucap kata Selamat Tinggal
Sudahlah...
Semua telah berakhir
Semoga kata maafku mendamaikan
Akhirnya...
Aku kembali larut dalam indahnya sayatan sepi
Yang memang kuminta hadir
Untuk menemani setiap irama langkahku
Trenggalek, 05-08-2014 11:23
Dia terlalu lelah untuk bertahan
Hingga akhirnya dia menyerah
Dan pergi
Aku sadar
Kuatnya pendirianku mematahkan harapannya
Dan hari ini
Mendung mengantarkan kepergiannya
Entah mengapa hatiku terluka
Saat mendengarnya mengucap kata Selamat Tinggal
Sudahlah...
Semua telah berakhir
Semoga kata maafku mendamaikan
Akhirnya...
Aku kembali larut dalam indahnya sayatan sepi
Yang memang kuminta hadir
Untuk menemani setiap irama langkahku
Trenggalek, 05-08-2014 11:23
Langganan:
Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...