Senin, 13 Maret 2017

Sajak sajak pendek 2016

Terlalu banyak hal yang kulewati sendiri
Terlalu banyak airmata kupendam sendiri
Terlalu sering senyum palsu kubagi


Trenggalek, 23 Okt 2016
_________________________________________________________________________________
Menangislah...
Biar hujan yang menyeka airmatamu
Menjeritlah...
Biar halilintar samarkan suaramu
Tapi nanti,
Tersenyumlah meski perih...
Biarkan orang yang kau sayangi melihat bahagiamu


Tulungagung, 24 Okt 2016
__________________________________________________________________________________
... Ketika hujan malam ini tak membawakanku rindu
Trenggalek, 25 Okt 2016
______________________________________________________________________________
Tuan, maukah kau hapus airmata yang mengalir diantara sajak sedihku? Temani puisi sepiku, agar tiada duka bersemayam dalam seluruh untaian kata

                                                                                                             Trenggalek, 31 Okt 2016
_________________________________________________________________________________
Seperti pengendara yang selalu berhati hati saat hujan
Ingatanpun takut tergelincir kenangan saat air hujan semakin menggenang.


Trenggalek, 8 Nov 2016
__________________________________________________________________________________
Bulir hujan selalu menambah perih bilur luka yang menganga dalam dada
Tapi entah mengapa hati selalu menanti rintiknya menyapa

Trenggalek, 8 Nov 2016 _________________________________________________________________________________
Sajakku senyap
Kata kata menguap
Aku PENGAP!!!


Trenggalek, 15 Nov 2016 _________________________________________________________________________________
Seringkali aku berdiri di sini
Di jalan ini
Jalan yang biasa kita lalui
Lalu memanggil namamu sekali lagi



Trenggalek, 3 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Malamku tetap sama
Kujadikan tempat sampah atas segala resah
Dan embus angin malam, kujadikan penghapus air mata



Trenggalek, 6 Des 2016 _________________________________________________________________________________

Aku cemburu
Membaca puisi para pujangga kasmaran
Sedang di sini, yang terasa hanyalah resah dan patah



Trenggalek, 6 Des 2016 _________________________________________________________________________________
Buatmu yang tak pernah tau rasanya dihujam sepi
Semoga lekas kau sadari
Kesepian ini hampir saja membunuh hati yang tak ingin mati



Trenggalek, 8 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Sayang sekali
Puisi telah pergi
Yang tersisa hanya sunyi
Sepi
Dan sakit hati
Trenggalek, 10 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Kau selalu menampakkan diri saat hatiku patah dan terluka.
Hingga hati selalu tergoda tuk memintamu singgah dan meminjamkan bahumu untukku bersandar;
Sekali lagi.

Malang, 11 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Mengapa kau menampakkan diri?
Mengapa kau membangunkan rasa rindu yang telah lama tertidur berselimut sunyi?
Lalu, mengapa kau pergi lagi?

Malang, 11 Des 2016
_________________________________________________________________________________

Aku tak butuh orang yang bisa menyelesaikan masalahku;
Karena aku punya Tuhan
Aku hanya butuh bahu tuk bersandar saat lelah.

Trenggalek, 12 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Senja ini, tak ada puisi yang mampu ku eja
Aku hanya lelah
Berpura bahagia, padahal duka
Berpura tertawa, padahal luka
Menyembunyikan tangis dalam gelak tawa
Menceritakan resah dengan lagu yang kunyan
yikan


Trenggalek, 18 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Ingin kurangkai untaian kata
Namun sayang
Tiada satupun kata yang singgah

Trenggalek, 22 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Masih disini
Berdiri di pojok halte cinta
Sendiri
Menunggu cupid membunyikan teloletnya sebagai pertanda datangnya cinta

Trenggalek,
23 Des 2016
________________________________________________________________________________
Senja; di 25 Desember

Adzan Maghrib; di Hari Natal
Kamu dan aku yang berbeda; di dalam ibadahKenangan kita; di dalam ingatan
Rindu; di dada

Trenggalek, 25 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Rinduku padamu pun akan terendap lagi seiring berakhirnya natal ini

 Trenggalek, 25 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Menunggu, tanpa tau kapan bertemu
Berpura menyepi padahal hati merintih karena pilunya sepi.



Trenggalek,  25 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Kala pujangga memuisikan sajaknya, ku selalu bertanya, "seindah itukah cinta?"

Trenggalek, 26 Des 2016
________________________________________________________________________________
Hati ini sekarat, tapi enggan mati Cinta yang kupunya telah berkarat, karna terlalu lama tak ada yang memiliki

Trenggalek, 26 Des 2016
_______________________________________________________________________________
Hati ini telah lama mati
Namun jiwa yang terperangkap dalam sunyi abadi tetap percaya, reinkarnasi hati hanya menunggu pelukan

Trenggalek, 26 Des 2016
_______________________________________________________________________________
Kudapatkan ilham untuk puisi puisi senduku 
Sepi lah yang ajariku menguntai kata kata pilu

Trenggalek, 27 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Aku mencari sesuatu, tanpa tau apa yang hilang. 
Aku merasa kehilangan, tanpa tau apa yang kutemukan.

Trenggalek, 28 Des 2016
________________________________________________________________________
Sekilas wajahmu ingatkanku pada dendam itu 
Meski aku pun tak tau 
Mengapa harus mendendam pada masa lalu 
Salahkah aku?

Trenggalek, 28 Des 2016
_______________________________________________________________________
Aku cemburu 
Melihat mereka yang telah bersatu 
Karena di sini aku masih selalu sendiri; 
Menunggu

Trenggalek, 28 Des 2016
______________________________________________________________
Pernah aku jatuh cinta 
Tapi berakhir luka 
Akhirnya aku menyepi 
Namun ternyata, terlalu lama sendiri pun menyakiti

Trenggalek, 29 Des 2016
_____________________________________________________________
Sudahlah
Jangan bersedih lagi
Tenanglah
Suatu hari nanti, luka itu akan sembuh seiring dengan membekunya hati.

Trenggalek, 29 Des 2016
__________________________________________________________________
Sayang, mengapa kau abaikan hujan senja ini? 
Bukankah kepergiannya selalu kau tangisi; berharap kan hadir kembali?

Trenggalek, 30 Des 2016
____________________________________________________________________
Aku harap hujan tak segera berlalu, karena aku tak lagi kuasa lewati sunyi sepi sendiri.

Trenggalek, 30 Des 2016
____________________________________________________________________
Semburat Aku suka warna itu 
Oranye yang baik hati 
Memberi tempat pada abu abu 
Pun duka; memberi tempat pada bahagia

Trenggalek, 30 Des 2016
_______________________________________________________________


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...