Waktumu bersamanya telah habis
Ikhlaskan
Mungkin Tuhan hanya menghadirkan dia sementara
Untuk menemani hatimu yang sepi
Sekaligus sebagai pembanding bagi hatimu
Percayalah
Ini sementara
Hanya sekejap saja lalu berakhir
Bersabarlah dalam penantianmu
Teruslah berjalan
Meski harus tertatih
Meski kakimu telah terluka
Meski langkahmu telah pincang
Meski airmata terus meleleh
Menambah perih luka nganga batinmu
Yakinlah
Jika saatnya tiba, Tuhan pasti menyembuhkan luka itu
Yakinlah
Setelah menanti pasti akan ada yang datang
Tuhan. . .
Aku bukan seorang umat yang tak bisa bersyukur
Akan nikmat yang Kau beri
Aku tau
Inilah yang layak kuterima
Karena memang ini yang kuminta dari-Mu
Hanya pintaku
Berikan aku kekuatan
Tuk terima bayaran dari apa yang aku pilih
Berikan aku ketabahan dan keikhlasan
Dalam menjalani ujian dari jalan yang telah aku pilih
Malang, 28-09-2014 14:45
Minggu, 28 September 2014
Kamis, 25 September 2014
Saat Aku Lelah
Kemana kepala ini bersandar
Saat raga ini lelah
Kemana mulut ini harus berbagi kisah
Setelah letih melewati hariku
Aku hanya butuh pendengar
Tak butuh komentator
Aku butuh penyemangat
Bukan penceramah
Apalagi pembanding
Oh, mengapa tak jua kau paham
Bukankah sudah terlalu sering kutempatkan diriku
Sebagai pendengar setia
Hanya mendengar
Tak pernah menyuarakan sepatah katapun
Tanpa kau pinta
Ya sudahlah. . .
Aku tau aku tak bisa memaksamu
Menjadi seperti yang kupinta
Dan kini. . .
Akan kucari sendiri
Sandaranku
Saat hati tak lagi mampu menyimpan semua asa dan emosi
Saat mata telah bosan menyimpan airmata
Saat jiwa tak kuasa menopang raga
Walau hingga kini tak kunjung bersua
Malang, 25-09-2014 18:05
Saat raga ini lelah
Kemana mulut ini harus berbagi kisah
Setelah letih melewati hariku
Aku hanya butuh pendengar
Tak butuh komentator
Aku butuh penyemangat
Bukan penceramah
Apalagi pembanding
Oh, mengapa tak jua kau paham
Bukankah sudah terlalu sering kutempatkan diriku
Sebagai pendengar setia
Hanya mendengar
Tak pernah menyuarakan sepatah katapun
Tanpa kau pinta
Ya sudahlah. . .
Aku tau aku tak bisa memaksamu
Menjadi seperti yang kupinta
Dan kini. . .
Akan kucari sendiri
Sandaranku
Saat hati tak lagi mampu menyimpan semua asa dan emosi
Saat mata telah bosan menyimpan airmata
Saat jiwa tak kuasa menopang raga
Walau hingga kini tak kunjung bersua
Malang, 25-09-2014 18:05
Jumat, 05 September 2014
Ini Ceritaku
Saat kubuka mataku
Kau bersiap tuk beranjak pergi
Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku
Dan aku telah larut dalam mimpiku
Engkau baru hadir
Saat bintang-bintang mulai menampakkan sinarnya
Dan aku bersiap menunjukkan rangkaian kata ini
Engkau lelah, merebahkan diri, lalu terlelap
Akhirnya. . .
Aku hanya bisa tersenyum dalam sunyi
Mencoba menghibur diri
Menjalani apa yang selalu kujalani, dengan ikhlas
Sejak aku mulai belajar merasa
Mulai belajar menyimpan apa yang kurasa
Dan aku bukanlah seorang pemberontak sadis
Karena kusadari
Semua itu kau lakukan untukku
Hanya terkadang
Pertahanan hatiku pada rasa ini runtuh
Lalu mengalirlah airmata yang ia sembunyikan
Trenggalek, 05-09-2014 07:07
Kau bersiap tuk beranjak pergi
Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku
Dan aku telah larut dalam mimpiku
Engkau baru hadir
Saat bintang-bintang mulai menampakkan sinarnya
Dan aku bersiap menunjukkan rangkaian kata ini
Engkau lelah, merebahkan diri, lalu terlelap
Akhirnya. . .
Aku hanya bisa tersenyum dalam sunyi
Mencoba menghibur diri
Menjalani apa yang selalu kujalani, dengan ikhlas
Sejak aku mulai belajar merasa
Mulai belajar menyimpan apa yang kurasa
Dan aku bukanlah seorang pemberontak sadis
Karena kusadari
Semua itu kau lakukan untukku
Hanya terkadang
Pertahanan hatiku pada rasa ini runtuh
Lalu mengalirlah airmata yang ia sembunyikan
Trenggalek, 05-09-2014 07:07
Kamis, 04 September 2014
Saat Aku Terlambat Menyadari
Aku yang bodoh
Tak pernah tau arti ungkapanmu
Tak pernah mengerti bahasa kalbumu
Maaf
Jika aku terlambat menyadari
Penantianmu
Dan kesabaranmu yang ada batasnya
Untukmu kini kuceritakan
Tentang jutaan penyesalan yang tak mungkin kau terima
Tentang ribuan barel airmata yang pasti kau tertawai
Namun, biarkan airmata ini menghiburku
Saat kumengerti tentang arti pesan yang kau sengaja sematkan
Pada sebuah halaman yang dengan mudah terbaca olehku
Tapi percayalah. . .
Sampai puisi ini kutulis
Hingga kelak kau berkenan membacanya
Bahkan berkali-kali kau baca
Jiwa ini akan selalu menyayangimu
Trenggalek, 04-09-2014 19:38
Tak pernah tau arti ungkapanmu
Tak pernah mengerti bahasa kalbumu
Maaf
Jika aku terlambat menyadari
Penantianmu
Dan kesabaranmu yang ada batasnya
Untukmu kini kuceritakan
Tentang jutaan penyesalan yang tak mungkin kau terima
Tentang ribuan barel airmata yang pasti kau tertawai
Namun, biarkan airmata ini menghiburku
Saat kumengerti tentang arti pesan yang kau sengaja sematkan
Pada sebuah halaman yang dengan mudah terbaca olehku
Tapi percayalah. . .
Sampai puisi ini kutulis
Hingga kelak kau berkenan membacanya
Bahkan berkali-kali kau baca
Jiwa ini akan selalu menyayangimu
Trenggalek, 04-09-2014 19:38
Selasa, 02 September 2014
Ketika Hati Telah Sekarat
Aku pernah tetap berjalan
Mengikuti paksaan samar sang angin
Tanpa kudengar jeritan hati
Dan setelah aku di ujung jalan
Mengharap bimbingan hati
Baru kusadari, baru kutengok
Apa kabar hatiku?
Yang telah lunglai, letih menangis
Tak lagi sanggup membimbingku
Jangankan membimbing,
Mengurus lukanya yang telah membusukpun tak sanggup
Akhirnya, kuberjalan tanpa hati
Karena dia telah sekarat
Berat, sangat berat
Berjalan di jalan yang tak kutau
Jalan yang tak kumau
Sendiri, tanpa ada yang mau memahami
Trenggalek, 01-09-2014 15:20
Mengikuti paksaan samar sang angin
Tanpa kudengar jeritan hati
Dan setelah aku di ujung jalan
Mengharap bimbingan hati
Baru kusadari, baru kutengok
Apa kabar hatiku?
Yang telah lunglai, letih menangis
Tak lagi sanggup membimbingku
Jangankan membimbing,
Mengurus lukanya yang telah membusukpun tak sanggup
Akhirnya, kuberjalan tanpa hati
Karena dia telah sekarat
Berat, sangat berat
Berjalan di jalan yang tak kutau
Jalan yang tak kumau
Sendiri, tanpa ada yang mau memahami
Trenggalek, 01-09-2014 15:20
Langganan:
Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...