Sabtu, 30 September 2017

Mimpi

Rindu...
Selayaknya buih-buih samudera
Membasuh hati nan gersang
Meski perih namun senantiasa terlamunkan
Mengapa rindu?
Mengapa tampak ia dalam ilusi?
Akhirnya, terjerumus ia di alam mimpi
...
Pilu...
Masa yang telah berpulang itu nyatanya pulang
Membawa harapan yang telah lama terpendam
Menjulang rindu yang lama terabaikan
...
Ah...
Andai dia tau
Terlalu lama aku tiada menoreh kidung
Dan hadirnya sebuah roman dalam delusi petang tadi
Ajariku torehkan kembali kidung-kidung sederhana
...
Pujangga...
Mungkinkah ia mendengar erangan rasa?
Yang hampa kehilangan kata?

Tulungagung, 30-09-2017 07:50

Sepatu

Melangkahlah...
Biarkan aku yang lindungimu
Dari terik mentari
Dari gigil malam yang dingin

Melangkahlah...
Meski aku selalu terinjak
Dan seringkali terlupa
Aku kan setia iringi sepanjang langkah
Tetap ikhlas terluka
Demi lindungi engkau, penopang jasad

Aku...
Tak pernah berharap musim tiada menyakiti
Tak pernah berhasrat masa tiada mengoyak nurani
Aku hanya berdoa
Agar aku dapat bertahan hingga kau sampai
Ke tempat bahagiamu bersemayam


Trenggalek, 21-09-2017 21:02

Hati Yang Segara

Hati ini selaksa lautan
Terlihat indah dari jauh
Namun luka jadikan ia bergemuruh
...
Tangisku,
Sendirian ia terdampar lelah
Sedang kata,
Telah lenyap
Tergerus arus kesepian
Dan debur ombak yang memecah senyap
...
Diantara alun yang menggulung
Sayup sayup terdengar
Symphoni mengalun sendu pilu
Senada gelisah hati kian mencekam
Tangisku terdiam membisu
Kesepian terasa semakin menakutkan

Bromo, 16-07-2017

Berpendar

Kala sepi mulai terabaikan
Keluh kesah semakin meraja
Dan segala riuh dunia sakiti kepala
Saat itu, puisi berubah haluan
...
Sesekali,
Kukunjungi kota bernama "kenangan"
Kuziarahi "masa lalu"
Seraya menangis
Ceritakan perih hati yang dilukai waktu

Trenggalek, 05-06-2017 16:55

Sepotong Sajak Pengantar Kepergian

... Untukmu, yang terkasih
Nanti
Bila kau pergi
Luka perpisahan itu tak kan jadi satu yang abadi
Namun canda tawa di setiap detik
Adalah kenangan yang paling menyakiti
...
Mungkin kan kau abaikan
Mungkin kan kau lupa
...
Tapi ingatlah
Namamu kan selalu kurapalkan
Pada seluruh doa yang mengangkasa
...

Trenggalek, 01-06-2017 23:18

Jatuh Cinta, Aku Pada Sajak

Kau tau, mengapa aku mencinta sajak?
Kau tau, mengapa aku mengagumi puisi?
Adalah perihal paling indah darinya;
Aksara demi aksara yang terangkai tiada pernah menghakimi kala kuberkesah
Dan puisi, tiada pernah menyakiti
Namun kini, aku butuh seuntai senyuman,
Tuk lengkapi sajak sajak yang rumpang
Aku butuh sekeping tawa,
Tuk menyulam benang-benang puisi

Trenggalek, 13-04-2017

Senja... Masihkah Kau...

Senja...
Masihkah kau menjadi penyembuh luka?
Kala hati yang telah bahagia tiba tiba tergores dan terluka lagi?
Kala tawa yang telah kutemukan tiba tiba kembali sirna?
Senja...
Masihkah kau mau menopang sebuah lengan,
Ketika langkah yang tegap tiba-tiba terjatuh dan pincang?
Masih maukah kau menjadi sebuah bahu untukku meratap,
Ketika belati tiba-tiba menghunjam batin?

Tulungagung, 04-02-2017 17:32

Selasa, 14 Maret 2017

Sajak Sajak Pendek 2017

Tahun telah berganti
Akankah luka kan berganti bahagia?
Mungkinkah penantian panjang kan berganti pertemuan abadi?
Semoga


Trenggalek, 1 Jan 2017
__________________________________________________________________________________
Tuan
Kumohon
Jangan membuatku membenci cinta; Yang tak tau apa apa tentang lukaku

Trenggalek, 1 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Selalu
Di setiap hariku
Mendung selimuti hatiku
Hujan basahi puisiku
Meski tahun tahun telah berlalu

Trenggalek, 2 Jan 2017
__________________________________________________________________________________
Hati ini selaksa tulang belulang Homo floresiensis;
Begitu rapuh meski telah lama membatu

Trenggalek, 5 Jan 2017
__________________________________________________________________________________
Tiba tiba aku membenci hujan
Yang menambah dingin hati yang menanti pelukan

Trenggalek, 5 Jan 2017
__________________________________________________________________________________
Terimakasih
Duhai engkau yang telah mengabadikan ribuan untaian kata manusia yang menjatuhkan cintanya pada puisi
Semoga abadi

Trenggalek, 6 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Hanya berpisah tempat
Mengapa menjadikan luka?
Hanya terpisah jarak
Mengapa menimbulkan airmata?
Untukmu sahabat baruku
Mengapa harus ada kata pisah?
Untukmu ibu keduaku
Bagaimana cara merelakan sebuah kepergian?
...
Sejuta hiburan dari rintik hujan tiada lagi bermakna
Karena kini
Tiada lagi tawa
Tiada lagi canda
Tiada lagi kasih sayang
...
Padahal baru kemarin aku merengek manja
Tapi kini aku menangis
Pedih
Begitu terluka
Tajamnya belati perpisahan begitu tega menghunjam dada

Tulungagung, 7 Jan 2017
__________________________________________________________________________________
Diantara mereka yang jatuh cinta, aku merasa sendiri
Diantara mereka yang saling mencinta, aku merasa sepi
Dan kini aku cemburu

Trenggalek, 8 Jan 2017
__________________________________________________________________________________
Di bagian hati mana lagi kan kusembunyikan
Hati yang terluka
Luka yang telah menganga

Trenggalek, 8 Jan 2017
__________________________________________________________________________________
Pujangga
Seduhkan aku puisi
Tentang rasa yang tak mampu kuucap
Tentang dia yang mematikan hatiTrenggalek

Trenggalek, 8 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Kekasih
Maukah kau menjemputku?
Aku tersesat
Tersesat di jalan yang benar

Trenggalek, 9 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Tiada yang mengajariku derita
Tiada pula yang mengajakku bahagia
Sungguh, aku merana

Trenggalek, 9 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Hadirmu
Bangkitkan kembali mimpiku yang tela lama mati;
Tentangmu

Trenggalek, 10 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Duhai hujan...
Senandungkanlah lagu lagu penghibur pilu hati yang dirundung sepi ini...


Trenggalek, 11 Jan 2017
__________________________________________________________________________________
Pada akhirnya...
Setiap hati yang pernah terluka ingin merasakan jatuh cinta

Trenggalek, 13 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Sampai kapan selalu seperti ini?
Lihatlah, puisi puisiku penuh dengan luka
Trenggalek, 15 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Hati ini mudah pecah
Tak mau lagi jatuh ke tempat yang salah
Namun jiwa ini juga lelah
Meyakinkan sunyi yang semakin resah

Trenggalek, 15 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Terkadang...
Cinta lebih memilih untuk berdiam diri, menyendiri, lalu berpuisi

Trenggalek, 15 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Kemana kan kucari bayanganmu yang menghilang?
Sungguh, aku kesepian

Trenggalek, 15 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Anakku
Meski kau tak lahir dari rahimku
Tapi setiap hari akulah yang melihat tawa-tangismu
Kini, tlah jatuh cintaku padamu

Trenggalek, 17 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Kau ingatkanku akan rasa kecewa,
Pada rasa bersalah,
Yang meski telah kutebus
Namun tak mampu kulupa dan kumaafkan

Trenggalek, 19 Jan 2017
_______________________________________________________________________________
Maha Pengampun, bantu aku menghapus airmata penyesalan yang mengalir di dinding waktu-ku

Trenggalek, 20 Jan 2017
________________________________________________________________________________
Akankah
Penantian kan berakhir indah?
Seindah kuncup bunga bermandikan bulir-bulir hujan

Trenggalek, 20 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Kesedihanmu
Melenyapkan kata kataku
Membungkam bibirku
Melukai hatiku

Trenggalek, 21 Jan 2017
_______________________________________________________________________________
Jika kau dilukai, marahlah
Jika kau terluka, menangislah
Sesekali, menjadi beranilah

Trenggalek, 22 Jan 2017
_______________________________________________________________________________
Cinta bukan perkara memilih siapa yang melukaimu
Tapi perkara memilih siapa yang datang dan tak pernah pergi darimu

Trenggalek, 22 Jan 2017
_______________________________________________________________________________
Ketika senja tak lagi membawakan puisi yang kupesan
Ketika kata tak lagi mau kurangkai
Ketika itulah aku benar-benar terluka

Trenggalek, 22 Jan 2017
________________________________________________________________________________
Jangan jatuhkan hatimu lagi, pujangga
Meski luka adalah puisimu, tapi semesta telah bosan mencium amis luka hatimu

Trenggalek, 23 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Sang waktu, ajari aku sabar menanti kedatangannya yang belum pasti

Trenggalek, 23 Jan 2017
_________________________________________________________________________________
Apa kabar kau disana?
Hari ini ingin menyapamu namun tak kuasa
Akhirnya aku berpuisi tuk ungkapkan rindu yang menyiksa

Tulungagung,  24 Jan 2017
________________________________________________________________________________
Rindu tak kan hilang
Sepi tak kan sirna
Meski tetes hujan dan semburat senja menghiburku

Trenggalek, 24 Jan 2017
________________________________________________________________________________
Kurangkai kata kata dengan jarum kesedihan
Lalu kutuliskan menjadi sebait puisi dengan tinta airmata

Trenggalek, 24 Jan 2017
________________________________________________________________________________
Mengapa aku tak kuasa mempuisikan kesedihannya?
Luka itu begitu menyakitiku, hingga tak ada satu pun puisi mampu tercipta

Jogjakarta, 25 Jan 2017
________________________________________________________________________________
Tuan,
Masihkah kau menciptakan nada-nada lagumu,
Seperti aku yang masih setia menuliskan syair-syair puisiku untukmu?

Jogjakarta, 26 Jan 2017
_________________________________________________________________________________






























Senin, 13 Maret 2017

Sajak sajak pendek 2016

Terlalu banyak hal yang kulewati sendiri
Terlalu banyak airmata kupendam sendiri
Terlalu sering senyum palsu kubagi


Trenggalek, 23 Okt 2016
_________________________________________________________________________________
Menangislah...
Biar hujan yang menyeka airmatamu
Menjeritlah...
Biar halilintar samarkan suaramu
Tapi nanti,
Tersenyumlah meski perih...
Biarkan orang yang kau sayangi melihat bahagiamu


Tulungagung, 24 Okt 2016
__________________________________________________________________________________
... Ketika hujan malam ini tak membawakanku rindu
Trenggalek, 25 Okt 2016
______________________________________________________________________________
Tuan, maukah kau hapus airmata yang mengalir diantara sajak sedihku? Temani puisi sepiku, agar tiada duka bersemayam dalam seluruh untaian kata

                                                                                                             Trenggalek, 31 Okt 2016
_________________________________________________________________________________
Seperti pengendara yang selalu berhati hati saat hujan
Ingatanpun takut tergelincir kenangan saat air hujan semakin menggenang.


Trenggalek, 8 Nov 2016
__________________________________________________________________________________
Bulir hujan selalu menambah perih bilur luka yang menganga dalam dada
Tapi entah mengapa hati selalu menanti rintiknya menyapa

Trenggalek, 8 Nov 2016 _________________________________________________________________________________
Sajakku senyap
Kata kata menguap
Aku PENGAP!!!


Trenggalek, 15 Nov 2016 _________________________________________________________________________________
Seringkali aku berdiri di sini
Di jalan ini
Jalan yang biasa kita lalui
Lalu memanggil namamu sekali lagi



Trenggalek, 3 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Malamku tetap sama
Kujadikan tempat sampah atas segala resah
Dan embus angin malam, kujadikan penghapus air mata



Trenggalek, 6 Des 2016 _________________________________________________________________________________

Aku cemburu
Membaca puisi para pujangga kasmaran
Sedang di sini, yang terasa hanyalah resah dan patah



Trenggalek, 6 Des 2016 _________________________________________________________________________________
Buatmu yang tak pernah tau rasanya dihujam sepi
Semoga lekas kau sadari
Kesepian ini hampir saja membunuh hati yang tak ingin mati



Trenggalek, 8 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Sayang sekali
Puisi telah pergi
Yang tersisa hanya sunyi
Sepi
Dan sakit hati
Trenggalek, 10 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Kau selalu menampakkan diri saat hatiku patah dan terluka.
Hingga hati selalu tergoda tuk memintamu singgah dan meminjamkan bahumu untukku bersandar;
Sekali lagi.

Malang, 11 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Mengapa kau menampakkan diri?
Mengapa kau membangunkan rasa rindu yang telah lama tertidur berselimut sunyi?
Lalu, mengapa kau pergi lagi?

Malang, 11 Des 2016
_________________________________________________________________________________

Aku tak butuh orang yang bisa menyelesaikan masalahku;
Karena aku punya Tuhan
Aku hanya butuh bahu tuk bersandar saat lelah.

Trenggalek, 12 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Senja ini, tak ada puisi yang mampu ku eja
Aku hanya lelah
Berpura bahagia, padahal duka
Berpura tertawa, padahal luka
Menyembunyikan tangis dalam gelak tawa
Menceritakan resah dengan lagu yang kunyan
yikan


Trenggalek, 18 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Ingin kurangkai untaian kata
Namun sayang
Tiada satupun kata yang singgah

Trenggalek, 22 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Masih disini
Berdiri di pojok halte cinta
Sendiri
Menunggu cupid membunyikan teloletnya sebagai pertanda datangnya cinta

Trenggalek,
23 Des 2016
________________________________________________________________________________
Senja; di 25 Desember

Adzan Maghrib; di Hari Natal
Kamu dan aku yang berbeda; di dalam ibadahKenangan kita; di dalam ingatan
Rindu; di dada

Trenggalek, 25 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Rinduku padamu pun akan terendap lagi seiring berakhirnya natal ini

 Trenggalek, 25 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Menunggu, tanpa tau kapan bertemu
Berpura menyepi padahal hati merintih karena pilunya sepi.



Trenggalek,  25 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Kala pujangga memuisikan sajaknya, ku selalu bertanya, "seindah itukah cinta?"

Trenggalek, 26 Des 2016
________________________________________________________________________________
Hati ini sekarat, tapi enggan mati Cinta yang kupunya telah berkarat, karna terlalu lama tak ada yang memiliki

Trenggalek, 26 Des 2016
_______________________________________________________________________________
Hati ini telah lama mati
Namun jiwa yang terperangkap dalam sunyi abadi tetap percaya, reinkarnasi hati hanya menunggu pelukan

Trenggalek, 26 Des 2016
_______________________________________________________________________________
Kudapatkan ilham untuk puisi puisi senduku 
Sepi lah yang ajariku menguntai kata kata pilu

Trenggalek, 27 Des 2016
_________________________________________________________________________________
Aku mencari sesuatu, tanpa tau apa yang hilang. 
Aku merasa kehilangan, tanpa tau apa yang kutemukan.

Trenggalek, 28 Des 2016
________________________________________________________________________
Sekilas wajahmu ingatkanku pada dendam itu 
Meski aku pun tak tau 
Mengapa harus mendendam pada masa lalu 
Salahkah aku?

Trenggalek, 28 Des 2016
_______________________________________________________________________
Aku cemburu 
Melihat mereka yang telah bersatu 
Karena di sini aku masih selalu sendiri; 
Menunggu

Trenggalek, 28 Des 2016
______________________________________________________________
Pernah aku jatuh cinta 
Tapi berakhir luka 
Akhirnya aku menyepi 
Namun ternyata, terlalu lama sendiri pun menyakiti

Trenggalek, 29 Des 2016
_____________________________________________________________
Sudahlah
Jangan bersedih lagi
Tenanglah
Suatu hari nanti, luka itu akan sembuh seiring dengan membekunya hati.

Trenggalek, 29 Des 2016
__________________________________________________________________
Sayang, mengapa kau abaikan hujan senja ini? 
Bukankah kepergiannya selalu kau tangisi; berharap kan hadir kembali?

Trenggalek, 30 Des 2016
____________________________________________________________________
Aku harap hujan tak segera berlalu, karena aku tak lagi kuasa lewati sunyi sepi sendiri.

Trenggalek, 30 Des 2016
____________________________________________________________________
Semburat Aku suka warna itu 
Oranye yang baik hati 
Memberi tempat pada abu abu 
Pun duka; memberi tempat pada bahagia

Trenggalek, 30 Des 2016
_______________________________________________________________


Ijinkan

Ijinkan aku menulis lagi
Diiringi lagu sedih
Dan musik yang melankolis
Dengan tempo yang lambat
Dan nada yang tinggi
Tidak... Tidak...
Aku tak akan menulis tentang siapapun
Tentang siapa saja yang pernah tinggal di serambi hati
Bukan...
Bukan tentang mereka
Percuma
Buang buang tenaga
Singkat saja
Akan kutulis semua yang kurasa
Semuanya
Dalam seuntai kata
"Terlalu lelah bertahan dalam kesendirian, kesunyian, dan penantian panjang ini..."

Trenggalek
16-09-2016 22:49

Kamu

Kau selalu seperti ini
Menggagalkan usahaku yang telah sampai di persimpangan jalan
Hingga harus kuulangi langkahku
Langkah untuk lupakanmu
Jujur
Tak kumengerti maumu
Datang dan pergi sesukamu
Walau harus kuakui
Rindu ini masih milikmu
...
Kala kutatap mendung yang sembunyikan mentari
Kala kucium aroma hujan di tanah yang basah
Kala tengah malam tiba namun kumasih terjaga
Percayakah kau, saat itu aku rindu
Pada ribuan kenangan yang datang membayang
...
Tapi tak perlu kuceritakan rinduku
Karena semua bisa kau temukan
Dalam genang air hujan itu
Dan diantara bintang pada gelapnya malam
...
Kau tak akan pernah mengerti
Pedih batinku
Saat kukabulkan inginmu
Untuk lupakanmu
Menghapus namamu yang telah terukir dalam di hatiku
Membiarkan hatiku terluka
Walau terasa pedih
...
Tapi mengapa
Sekali lagi
Bahkan berulang kali
Kau datang kembali
Kau gagalkan semua usahaku melupakanmu
Tanpa peduli perih hati ini

Trenggalek, 17-12-2014 09.55 

Minggu, 12 Februari 2017

Ini Ceritaku

Saat kubuka mataku
Kau bersiap tuk beranjak pergi
Saat kilatan mentari terasa menyengat rambutku
Dan aku telah larut dalam mimpiku
Engkau baru hadir
Saat bintang bintang mulai menampakkan sinarnya
Dan aku bersiap untuk menunjukkan rangkaian kata ini
Engkau lelah, merebahkan diri, lalu terlelap
Akhirnya...
Aku hanya bisa tersenyum dalam sunyi
Mencoba menghibur diri
Jalani apa yang memang selalu kujalani
Jalani hal hal yang sama sejak aku mulai belajar merasa
Mulai belajar menyimpan apa yang kurasa
...
Dan aku bukanlah eorang pemberontak sadis
karena kusadari
Semua itu kau lakukan untukku
Hanya terkadang
Pertahanan hatiku pada rasa ini runtuh
Lalu mengalirlah airmata yang ia sembunyikan

Trenggalek, 05-09-2014 07:07

Saat Aku Terlambat Menyadari

Aku yang bodoh
Tak pernah tau arti ungkapanmu
Tak pernah mengerti bahasa kalbumu
Maaf
Jika aku terlambat menyadari
Penantianmu
Dan kesabaranmu yang ada batasnya
Untukmu kini kuceritakan
Tentang jutaan penyesalan yang tak mungkin kau terima
Tentang ribuan barel airmata yang pasti kau tertawai
Namun, biarkan airmata ini menghiburku
Saat kumengerti tentang arti pesan yang sengaja kau sematkan
Pada sebuah halaman yang dengan mudah terbaca olehku
Tapi percayalah...
Sampai puisi ini kutulis
Hingga kelak kau berkenan membacanya
Bahkan berkali-kali kau baca
Ingatlah...
Jiwa ini akan selalu menyayangimu

Trenggalek, 04-09-2014 19:38

Ketika Hati Telah Sekarat

Aku pernah tetap berjalan
Mengikuti paksaan samar sang angin
Tanpa kudengar jeritan hati
Dan setelah aku diujung jalan
Mengharap bimbingan hati
Baru kusadari
Baru kutengok
"Apa kabar hatiku?"
Sayangnya ia telah letih menangis
Tak lagi sanggup membimbing
Jangankan membimbing
Mengurus lukanya yang telah membusuk pun tak sanggup
Akhirnya kuberjalan tanpa hati
Hati yang telah sekarat itu tak mampu lagi menemaniku melangkah
Berat, sungguh berat
Berjalan di jalan yang tak kutau
Jalan yang tak kumau
Sendiri, tanpa ada yang memahami

Trenggalek, 01-09-2014 15:20

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...