Sabtu, 26 Juli 2014

Aku Tak Suka

Lalu pada siapa kuceritakan
Kekesalanku, kebencianku, dan semuanya yang menyedihkan?
Saat yang seharusnya mendengar membuatku sakit, malu, marah, dan kecewa
Akhirnya aku memilih untuk diam
Seraya menatap mata pohon-pohon yang menertawai
Aku tak ingin peduli
Tapi kupunya mata tuk melihat senyum sinis mereka
Punya telinga tuk mendengar bisikan sadis mereka
Dan punya hati tuk merasai tawa ejek mereka
Mencoba membiarkan tapi hati tak seirama
Akhirnya aku belajar melupakan
Argh..... Mengapa aku dilahirkan menjadi peka?
Menjadi perasa?
Kaku, kaku, kaku
Kaku ya?
Iya kaku
Maaf, aku hanya mencuapkan kekesalanku
Hingga tak sempat menebarkan syair-syair merdu
Tak sempat mengajari bahasaku menari meliuk-liuk

Trenggalek, 25-07-2014 23:25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...