Jumat, 25 Juli 2014

Terbangun di Tengah Malam

Detak jam sengaja membangunkanku
Seolah mengajariku mencumbui udara tengah malam ini
Dingin, basah, dan melambungkan imaji
Menyeretku pada fikiran yang entah
Memaksaku menggoreskan penaku
Merangkai kuncup kata
Yang datang bersama dentang yang memecah sunyi
Bersama dingin yang menggerayangi kaki
Ah, sial . . . 
Kulihat kicauan yang akhirnya membuyarkanku
Membelokkan bayangan yang tercipta
Mengembalikan sebuah rasa yang sia-sia
Lalu kini apa yang kutulis?
Saat kata-kata itu kembali menguap

Trenggalek, 24-07-2014 01:04

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...