Untuk sebuah nama yang selalu kutulis
Pagi ini kau hadir di mimpiku
Tak lupa kau bawa seikat merdu suaramu
Yang selalu membuatku tentram
Tapi juga menangis
Bukan menangisi pilu
Tapi menangisi rindu
Terbesit sebuah tanya untukmu
Mengapa kau menyanyikan lagu itu?
Adakah pesan untukku
Yang tersirat diantara lirik dan nadanya?
Tanya itulah yang akhirnya membangunkanku
Membuyarkan wajahmu
Menghilangkan suaramu
Ah, sudahlah
Aku hanya ingin menuliskan sepenggal lirik itu
"Terlarang sudah rinduku padamu"
Trenggalek, 11-06-2014 07:17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar