Jumat, 25 Juli 2014

Hujan Tengah Malam

Diluar dingin, sayang...
Hujan sedang turun dengan lebatnya
Lalu mengapa kau malah menggeliat bangun?
Apa yang ingin kau tau?
Bagaimana dingin menyentuh tubuhmu?
Ataukah
Bagaimana hujan membangunkan tanah yang terlelap?
Aduh, sayang...
Kutau kau membenci dingin
Tapi aku juga paham
Akan rindumu pada hujan
Jadi kubiarkan kau mengerjap
Kubiarkan sayap-sayap imajimu meliuk menari-nari
Asal kau membawa serta kesunyianmu
Dan mengenalkannya pada hujan yang berderai

Trenggalek, 25-07-2014 01:25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...