Minggu, 27 Juli 2014

Untitled

Biarlah aku bahagia dengan caraku, cara yang ta akan menyakiti kebahagiaanmu
Biarlah aku bahagia, dalam ingatanku
Jika ketiadaanku adalah kebahagiaanmu, biarlah aku menjadi sesuatu yang paling mudah kau lupakan dalam hidupmu
Ada yang lebih murung dari pagi ini
Ialah selarik puisi, yang tak pernah tahu, untuk apa ditulis jika menyakiti
Jika senja tak lagi mampu menyampaikan indah sinarnya
Kebahagiaan apalagi yang kan kuterima
Asa kian mendera tajam menghayati luka

Malang, 27-07-2014 08:08

( Puisi ini ditulis oleh sahabatku, Ginanjar Bagus Bekti Ibrahim. Jika ingin mengenal dia dan puisi-puisinya lebih lanjut, kunjungi Anjar di @Anjar945 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi

Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...