Biarlah aku bahagia dengan caraku, cara yang ta akan menyakiti kebahagiaanmu
Biarlah aku bahagia, dalam ingatanku
Jika ketiadaanku adalah kebahagiaanmu, biarlah aku menjadi sesuatu yang paling mudah kau lupakan dalam hidupmu
Ada yang lebih murung dari pagi ini
Ialah selarik puisi, yang tak pernah tahu, untuk apa ditulis jika menyakiti
Jika senja tak lagi mampu menyampaikan indah sinarnya
Kebahagiaan apalagi yang kan kuterima
Asa kian mendera tajam menghayati luka
Malang, 27-07-2014 08:08
( Puisi ini ditulis oleh sahabatku, Ginanjar Bagus Bekti Ibrahim. Jika ingin mengenal dia dan puisi-puisinya lebih lanjut, kunjungi Anjar di @Anjar945 )
Minggu, 27 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mimpi
Rindu... Selayaknya buih-buih samudera Membasuh hati nan gersang Meski perih namun senantiasa terlamunkan Mengapa rindu? Mengapa tampak...
-
Ceritakan lukamu pada linang airmata tiada cinta yang percuma Jeritkan kecewamu pada sepotong hati yang senantiasa merasakan Lalu... Gore...
-
Saat kubuka mataku Kau bersiap tuk beranjak pergi Saat kilatan mentari terasa menyengat di rambutku Dan aku telah larut dalam mimpiku En...
-
Dingin pagi ini begitu menusuk Tapi aku harus bangun dan tetap berjalan Karena sang waktu tak mungkin menunggu Begitu pula dengan hatiku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar