Hey...
Mengapa kau menghujat sepi
Bukankah kau yang memintanya untuk hadir
Hey...
Mengapa kau menyalahkan sepi
Bukankah dia sudah meminta izin padamu
Untuk menghujam hatimu
Dan kau mengizinkannya?
Hey...
Mengapa kau tak pernah berterimakasih pada sepi
Bukankah dia yang setia menemani kesendirianmu?
Bukankah dia yang menyelamatkan imajinasimu dari kematian?
Bukankah dia yang mengenalkanmu pada sajak dan syair?
Lalu apa salah sepi?
Mengapa selalu kau sudutkan dia?
Bagai seorang narapidana saja
Bukankah kesetiaannya belum tertandingi?
Hey...
Tak berniatkah kau meminta maaf pada sepi
Yang senantiasa meyakinkanmu akan hadirnya jodohmu suatu hari nanti?
Oh, sepi...
Trenggalek, 13-06-2014 12:21
Tidak ada komentar:
Posting Komentar